About Me
Saya, Roberts Widagdo, lahir dan besar di Surabaya, sebuah kota yang penuh semangat dan keberagaman.
Sejak kecil, saya telah terbiasa hidup dalam lingkungan yang dinamis, yang secara perlahan membentuk ketertarikan saya terhadap dunia seni visual dan estetika ruang.
Perjalanan pendidikan saya dimulai di STM Pembangunan Surabaya, dengan mengambil jurusan Bangunan Gedung. Di sanalah saya mengenal dasar-dasar struktur, teknik konstruksi, dan pentingnya detail dalam merancang sebuah ruang. Ketertarikan ini membawa saya melanjutkan studi ke Universitas Katolik Darma Cendika, jurusan Arsitektur, yang membuka wawasan saya terhadap harmoni antara fungsi dan keindahan dalam desain bangunan.
Dalam perjalanan hidup saya, saya menemukan passion di bidang fotografi. Saya menjalani profesi sebagai fotografer di Surabaya, dan saat ini saya dipercaya sebagai fotografer Uskup Surabaya—sebuah kepercayaan yang sangat saya syukuri dan jalani dengan penuh tanggung jawab.
Saya adalah seorang yang mengimani Yesus Kristus di dalam Gereja Katolik, dan iman ini sangat membentuk cara pandang saya terhadap hidup dan karya. Kecintaan saya terhadap Liturgi Katolik dan Arsitektur Gereja Katolik tumbuh seiring dengan pendalaman iman saya. Bagi saya, liturgi bukan hanya serangkaian ritus, melainkan suatu pengalaman rohani yang mendalam, yang begitu kaya akan simbol dan keindahan sakral. Hal ini pula yang membuat saya semakin mencintai seni rupa gerejawi dan bagaimana arsitektur dapat menjadi sarana pewartaan iman.
Di luar pekerjaan, saya menekuni dua hobi utama: photography dan urban sketching. Melalui fotografi, saya menangkap momen-momen berharga dan menghadirkan cerita dari sudut pandang yang berbeda. Sementara itu, melalui urban sketching, saya menemukan cara lain untuk mengapresiasi ruang dan lingkungan sekitar saya—terutama arsitektur kota dan bangunan-bangunan bersejarah yang menyimpan banyak kisah.
Bagi saya, hidup adalah perjalanan iman, seni, dan pelayanan. Setiap karya yang saya hasilkan adalah cerminan dari bagaimana saya melihat dunia—dengan mata yang beriman, hati yang bersyukur, dan tangan yang berkarya.